Beranda > Straight News > Infrastruktur Lambat, Donor Pilih Hengkang

Infrastruktur Lambat, Donor Pilih Hengkang

23 Juli 2008

CALANG-Akibat lambatnya pembangunan Jalan Banda Aceh – Meulaboh, membuat para donor terpaksa memilih hengkang dan mengalihkan pengucuran dana bantuan ke luar Aceh. Karena pertimbangan sarana dan prasarana serta infrastruktur yang tidak mendukung. Padahal, jalan itu didanai USAID yang semesti menjadi prioritas. Demikian ditegaskan Juru Bicara Pantai Barat Selatan, Taf Haikal kepada koran ini kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Taf Haikal, BRR, Pemerintah dan donatur diminta lebih fokus kepada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan lintas barat selatan khususnya jalan Banda Aceh – Calang – Meulaboh.

Taf Haikal mengharapkan agar sektor infrastruktur harus dipercepat. Strategi kaukus pantai barat kedepan tetap terus menyuarakan masalah ketertinggalan Aceh Jaya terhadap pembangunan jalan dan jembatan serta sarana dan prasana infrastruktur.

Khususnya pembangunan jalan USAID yang merupakan kunci pembangunan bagi tujuh kabupaten dikawasan pantai barat selatan antara lain, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Subussalam, Aceh Singkil, Kabupaten Simeulu, .

Haikal yang baru empat kali ke Calang kepada koran ini mengaku, sangat terkejut dengan proses rehab dan rekon di Aceh Jaya setelah tiga tahun musibah gempa dan tsunami yang mengalami keterlambatan.

Seharusnya jalan dan jembatan tanggap darurat yang kini dipakai sebagai lintas pantai barat selatan itu diperbaharui kembali. Setidaknya BRR dan Pemerintah melakukan perawatan dan pengaspalan jalan di lintas tanggap darurat tersebut. Sehingga warga yang tinggal di pesisir gunung dan didaerah pelosok tidak menjadi korban keganasan debu-debu dijalan. “Hal tersebut mesti diperhatikan oleh pemerintah dan BRR,” tegas Haikal.

Ketika ditanya mengapa lambatnya pembangunan jalan USAID, Haikal mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pembangunan jalan dan jembatan yang didanai USAID itu.

Bahkan Ia mengaku sudah berulang kali melakukan perjalanan dengan Komjen Amerika Serikat, USAID dan BRR untuk mengupdate perkembangan jalan USAID. Yang menjadi kendala keterlambatan itu adalah kesalahan dari pemerintah Aceh yang memperlambat pengesahan APBA, karena dalam APBA itu ada alokasi dana untuk membayar parsil-parsil tanah milik masyarakat.

Kemudian ada tanah-tanah yang berkaitan dengan institusi tertentu yang belum selesai di bayar. Persoalan teknis yang disusun oleh konsultan dengan kondisi bentangan alam dan kondisi lapangan juga menjadi kendala. Politik keamanan juga belum stabil sehingga proses rehab dan rekon menjadi terganggu.

Kaukus pantai barat selatan terfokus melihat pembangunan jalan USAID, alasannya jika jalan USAID ini bisa dipercepat pembangunannya. Maka mobilisasi masyarakat dalam mendistribusi bahan makanan dan bahan meterial pembangunan bahkan fungsi tata pemerintah semakin membaik. Dan sangat membantu Aceh Jaya dalam menyongsong pembangunan jangka panjang.

Haikal menegaskan kunci pembangunan sebenarnya ada di Aceh Jaya. Jika pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Aceh Jaya cepat membaik. Maka delapan kabupaten di kawasan pantai barat selatan juga akan mengalami percepatan pembangunan. (fir)

http://www.rakyataceh.com/index.php?open=view&newsid=4846&tit=Berita%20Utama%20-%20Infrastruktur%20Lambat,%20Donor%20Pilih%20Hengkang

Iklan
Kategori:Straight News
%d blogger menyukai ini: