Beranda > Gaya Irwandi Yusuf > Kelakar Topi Meukeutop dan Ibu – Ibu

Kelakar Topi Meukeutop dan Ibu – Ibu

Melihat Aktivitas Hari Pertama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf
Sabtu, 10 Februari 2007

Irwandi Yusuf memang tak bisa diam. Usai mengikuti prosesi pelantikan oleh Mendagri Moch Ma’ruf kemarin, mantan tokoh GAM ini langsung melakukan berbagai kegiatan yang tak kalah melelahkan. Inilah aktivitas, mantan staf pengajar Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ini usai dilantik.


Laporan : FIRMAN HIDAYAT – Banda Aceh

JARUM jam waktu itu menujukkan pukul 12.00 wib. Prosesi pelantikan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar pun berakhir. Lobi depan gedung DPRD Aceh tampak terlihat dijejali para pejabat, politisi, ulama dan sejumlah pemuka masyarakat.

Saat itulah lelaki bertubuh gempal, yang baru saja dilantik menjadi gubernur Aceh periode 2007-2012 itu muncul dari pintu gedung yang tadinya tertutup rapat. Irwandi dan Nazar lalu disalami oleh sejumlah orang yang berada di lobi itu, sambil berjalan menuju ke arah mobil dinas yang baru pertama kali dinaikinya.

Irwandi dan istrinya menuju ke arah mobil sedan berwarna hitam BL 1. Ketika lelaki itu tiba, ajudannya membukakan pintu kepada bos barunya. Sedangkan Nazar bersama istrinya masuk ke mobil sedan BL 5. Kemudian kedua mobil itu meluncur menuju ke pendopo gubernuran, kediaman baru Irwandi.

Disana Irwandi menjamu para undang VVIP dan VIP. Diantaranya Mendagri Mohd Ma’ruf, Menkominfo Sofyan Djalil, anggota DPR-RI, anggota DPD, para duta besar negara sahabat, perwakilan Uni Eropa , ulama dan undangan lainnya. Usai acara itu Irwandi sempat istirahat sejenak.

Setelah itu Irwandi Yusuf bersama istrinya meluncur menuju Taman Ratu Safiatuddin, tempat dimana ribuan pendukungnya menggelar kenduri raya. Mereka berdatangan dari sejumlah daerah di Aceh, diantaranya Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh tengah dan Aceh Tamiang.

Kabarnya sebanyak 30 ekor sapi disembelih dalam acara itu. Acara syukuran itu diisi dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh Tgk Tanoh Mirah, seorang ulama di Bireuen, yang digelar Rabu (7/2) malam. Mereka menyaksikan prosesi pelantikan Irwandi-Nazar lewat layar tv di anjungan 21 rumah adat berbagai daerah di Aceh.

Ke tempat itulah Irwandi dan Nazar melangkah. Ketika tiba disana, sekitar pukul 14.00 wib, mantan Senior Representatif GAM itu disambut riuh oleh pendukungnya. Setelah turun dari mobil dia menuju ke kursi yang telah disediakan. Irwandi terlihat berbincang-bincang serius dengan Nazar.

Satu jam kemudian mantan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud dan mantan Menteri Keuangan GAM Tgk Usman Lampoh Awe muncul. Irwandi dan Nazar terlihat berdiri menyambut kedatangan kedua petinggi GAM yang menjadi seniornya. Setelah itu mereka kembali terlihat berbincang serius.

Irwandi duduk bersebelahan dengan Malik Mahmud, sedangkan Nazar bersama Usman Lampoh Awe. Saat itulah Hikayat Perang Sabi, sebuah hikayat kuno yang amat terkenal di kalangan gerilyawan GAM, dibacakan oleh seorang aktivis mahasiswa. Susasana saat itu sempat senyap karena alunan syair hikayat itu.

Usai hikayat itu dibacakan, Irwandi dan Nazar dibawa naik ke atas pentas. Kedua pasangan ini didudukan pada sebuah pelaminan Aceh. Ketika itulah datang Tengku Walid Tanoh Mirah menghampiri Irwandi menyerahkan UUPA versi rakyat Aceh dan memasangkan kupiah meukeutop kepada Irwandi-Nazar.

Beberapa saat kemudian kedua pemimpin Aceh yang baru ini dipeusijuk oleh Malik Mahmud, Usman Lampoh Awe, Tgk Walid Tanoh Mirah dan para wakilah masyarakat Aceh. Setelah proses itu selesai, baru masuk dalam sesi yang ditungu-tunggu, yaitu orasi para pemimpin Aceh yang baru ini. Pidato menggunakan bahasa Aceh.

Dihadapan ribuan pendukungnya itu, Irwandi mengatakan akan terus berjuang untuk membangun Aceh kedepan yang lebih baik. Dia berterimakasih kepada rakyat Aceh yang telah memilihnya dan meminta dukungan dari masyarakat Aceh untuk menjaga persatuan dan kebersamaan diantara sesama.

Irwandi mengatakan pilkada di Aceh telah berlangsung aman dan damai. Ini adalah bukti nyata pelaksanaan demokrasi yang bisa dicontohkan oleh negara-negara di dunia dan juga satu amanat yang harus dibuat sebaik-baik mungkin.

Mantan dosen Unsyiah ini juga pintar mencairkan suasana. Dia mengatakan, setiap kata sambutan biasanya diawali dengan bapak-bapak dan ibu-ibu. Sekarang akan saya ganti dengan ibu-ibu dan bapak-bapak karena kaum ibu itu sangat patut kita hargai dan hormati perjuangannya,” katanya dalam bahasa Aceh.

Pada kesempatan ini saya pakai bahasa Aceh. Walaupun konsep ini (saya buat) dalam bahasa Indonesia ,” ujarnya lagi. Dua kelakar ini membuat ribuan massa pendukungnya tertawa menggelar.

Lelucon lain, kupiah meuketop yang diberikan ini ukuran kecil. Terasa sakit kepala. Karena saya baru saja terima draft UUPA versi rakyat Aceh. Sekarang yang ada sama saya Draft UUPA dari Parlemen RI. Draft itu seperti kupiah meukeutop ini sempit sehingga saya sakit kepala. Tapi draft dari rakyat Aceh inilah yang bisa membuat kupiah ini besar,” katanya lagi.

Pada acara itu, Wakil Kepala Pemerintahan Aceh, Muhammad Nazar juga diberikan kesempatan untuk memberikan sambutannya dalam kenduri rakyat itu. Dia berjanji kepada rakyat Aceh agar pendidikan tingkat SD dan SMP di Aceh gratis tanpa biaya dan pendidikan agama juga diperbanyak.

Nazar juga mengatakan, pembangunan pelosok desa akan diprioritaskan sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, serta pembangunan infrastruktur di Aceh juga menjadi acuan program kedepan untuk membangun Aceh. Membangun Aceh kedepan bukan membangun kota tapi membangun gampong-gampong di pelosok desa.

Dihadapan ribuan massanya itu, Nazar juga mengatakan persoalan reintegrasi Aceh akan diperjuangkan dengan sebaik-baiknya.

Malik Mahmud saat itu sempat membacakan amanat dari Wali NeugaraAceh Merdeka Muhammad Hasan Tiro untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat Aceh. Salah satu amanat itu adalah pembentukan partai lokal pada 2007 ini. Sebab, keberadaan partai lokal itu akan menentukan nasib Aceh yang lebih bermartabat dimasa datang.

Kepada koran ini, Abu Samad Wakilah dari Meueruhom Daya meminta agar pendidikan gratis itu betul-betul dapat dilaksanakan. “Kami masyarakat sangat berharap agar janji-janji tersebut segera di laksanakan. Apalagi semua sarana dan prasarana di Kabupaten Aceh Jaya hancur tak berbekas akibat tsunami,” ujarnya.

Selain mempeusijuk, Irwandi-Nazar, pada kesempatan itu, Malik Mahmud juga melakukan peusijuek sejumlah bupati terpilih dari unsur GAM. Mereka adalah Bupati Aceh Jaya, Walikota Sabang, Bupati Pidie, Bupati Aceh Utara dan Walikota Lhokseumawe.

Setelah dua jam mengikuti prosesi melelahkan itu, sekitar pukul 17.00 wib, Irwandi meninggalkan lokasi Taman Ratu Safiatuddin menuju ke rumah pribadinya di kawasan Lampriet Banda Aceh. Seusai magrib, Irwandi mengadakan pertemuan tertutup dengan beberapa kepala biro Pemprov Aceh di pendopo gubernur. (*)

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: