Arsip

Archive for the ‘Bencana di Ulu Masen’ Category

TANGSE

21 Maret 2011 Komentar dimatikan

Lembah yang gemulai itu telah hancur —-  bulan mengintip malu di sela dedaunan
malam bagai teka teki tanpa mimpi —– gemuruh menghentak lelapnya elang-elang rimba
air yang turun dengan murka dari pinggang bebukitan —– adalah air mata kita yang menangisi derita tangse
negeri yang memendamkan berjuta kemakmuran—– menyimpan berbagai peristiwa
suka dan nestapa—– dalam sejarah negeri yang berlipat-lipat

Baca selanjutnya…

Yang Datang Setelah Banjir Bandang

21 Maret 2011 Tinggalkan komentar

Tiba-tiba kampung kami begitu ramai didatangi orang. Mereka datang membawa apa saja. Kata Pak Keuchik, barang yang mereka bawa adalah sumbangan dari orang-orang di kota sana. Setiap hari, dari pagi hingga petang, kampung yang terletak di tapak bukit ini riuh. Orang-orang yang tak ku kenal melewati tenda kami satu per satu. Wajah mereka menyirat duka. Belas kasih seperti sengaja dinampak-nampakkan. Padahal petaka ini sendiri datang atas lakunya, yang mencabut kayu sampai ke akar. Dan kini mereka datang dengan sembako di tangan kanan, sedang di tangan kiri memegang chainsaw, batang mana lagi akan ditebas. Baca selanjutnya…

Cerita Bencana Ulu Masen

17 Agustus 2010 Tinggalkan komentar

BERKUNJUNG ke desa-desa di sekitar hutan Ulu Masen, berbagai persoalan lingkungan akan terlihat jelas. Masa lalu yang buruk misalnya, telah menjadikan kawasan di Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya selalu mendapat bencana. Banjir kerap singgah di sana.

Baca selanjutnya…

Sungai Yang Sering Marah

3 Juli 2010 Tinggalkan komentar

Menelusuri DAS Teunom

SYAMSUDDIN (60 tahun) tiba-tiba teringat masa kecilnya. Petani yang tak memiliki sepetak pun lahan persawahan di kampungnya itu menatap lepas ke seberang Krueng Teunom, Aceh Jaya. Sesekali ia menggelengkan kepala, sembari duduk di tepian sungai yang kini tak lagi memberinya harapan.

Baca selanjutnya…